A Beautiful Mess

biarkan aku menulis tentang mu.. kata demi kata, alinea demi alinea, halaman demi halaman.. hingga menjadi sebuah buku, untuk kita baca bersama

Category: Lawan

Pilihan ketiga!

Dan akhirnya hari itu tiba. 9 April 2014, pemilihan umum kembali di gelar serentak di seluruh indonesia. Pesta demokrasi katanya. Namun apakah memang ini suatu pesta?

Seperti yang terjadi di linimasa, di dunia ini selalu ada pro dan kontra.

Kita dihadapkan ke suatu dilema, berpartisipasi dalam pemilu kali ini atau tidak.
Dan tentu semua mempunyai alasan dan argumen masing-masing.

Pemilih berkata bahwa masih ada Caleg yang baik, jujur dan berkompetensi untuk duduk di Senayan, dan selalu ada harapan katanya. Mengambil sedikit resiko untuk cita-cita perubahan Indonesia.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Indonesia memohon dengan sangat…

20140301-172855.jpg


Seorang pesimis akan menyalahkan angin..
Seorang optimis berharap angin akan berubah..
Seorang realistis terus menerjang ombak dengan menyesuaikan layar..

April nanti, bangsa ini akan kembali mencoba merubah muka nya.
Dimana satu hari di bulan April menentukan kemana langkah bangsa ini 5 tahun kedepan. Nampak lebay, namun begitu lah ada nya. Saat ambil keputusan, selalu ada konsekuensi.

Memang bangsa kita tengah sekarat. Kita seakan terjangkit penyakit kanker yang kronis dan tidak ada obat penyembuh nya.
Namun harapan itu masih ada. Karena selalu ada obat untuk satu penyakit.

Sekarang,
Apakah kita termasuk seseorang akan terus menyalahkan angin lantas hanya menunggu kapal ini karam?
Apakah kita hanya terus berharap akan datang nya sang juru selamat lantas terus tertindas tanpa berbuat apa-apa?
Atau, kita sesuaikan layar dan terus bersama menerjang badai menuju tujuan yang kita impikan?

Read the rest of this entry »

Open your heart and make your move!

Anak muda dan Politik, ini merupakan suatu hal yang dianggap tidak serasi. Banyak dari kita yang apatis terhadap negeri ini salah satu nya apatis terhadap dunia politik yang terjadi. Tentu selalu ada api dibalik adanya asap. Kita tidak bisa menyalahkan seseorang memilih menutup mata dan telinga terhadap politik karena muak dengan politisi-politisi busuk yang ada di negri ini. Tak terkecuali saya sendiri, dulu. Namun, bisa dibilang missed ini semua hanya karena kita tidak mengenal, tidak ikut terlibat dan tidak peduli, akibat nya kita hanya bisa men-judge dari luar.

Mengutip pernyataan Abetnego Tarigan sewaktu menjadi pembicara di Banjarmasin, Perubahan mustahil terjadi dari atas lalu turun kebawah. Perubahan dapat terjadi melalui bawah.”.

Read the rest of this entry »

Gelorakan “Nurdin turun” di Bumi Antasari !

NURDIN TURUN, NURDIN TURUN, NURDIN TURUN !
Ini merupakan puncak kegeraman kita masyarakat sepakbola Indonesia terhadap kebusukan Nurdin Halid dan konco-konconya karena kepengurusannya yang busuk sehingga Sepakbola Indonesia tak kunjung maju. Terlalu banyak dosa Nurdin kepada sepakbola negri ini bahkan kalo semua dibeberkan disini bakal penuh tulisan ini dengan dosa-dosa nurdin (salah satu silahkan cek ke http://bit.ly/NURDIN). Sudah cukup Nurdin Khalid dan mafia PSSI lainnya menciderai sepakbola negri ini, bahkan bukan rahasia lagi seluruh masyarakat sepakbola indonesia tau akan kebusukan Nurdin dan hampir semua menginginkan dia turun dari Ketum PSSI tapi anehnya dia seolah tuli akan teriakan masyarakat Indonesia, buta akan spanduk spanduk pengecaman nya dan tak tau malu setelah semua kenihilannya mengembangkan sepakbola Indonesia.

Entah kenapa Pemerintah pun seakan tidak dapat berbuat apa-apa dengan semua kebusukan PSSI.
Lihat saja arogannya Nurdin Halid saat Kongres PSSI 21 Januari di Bali kemaren, selain exclusive dan tertutup bagi publik, dia juga membekukan PSSI cabang di daerah yang dianggap menyeleweng karena club nya pindah ke LPI (Liga Primer Indonesia) untuk hadir ke kongres PSSI untuk memberikan suara.

Uh! Seakan sepakbola Ini milik mereka (yang Cuma menjadikan sepakbola sebagai ladang pencaharian duit HARAM).

Mungkin kita memang tidak bisa menurunkan Nurdin Halid dengan cuma menjadikan hastags #NurdinTurun Trending Topic di Twitter atau membuat spanduk-spanduk yg berisi kecaman untuk Nurdin supaya turun dari singgasananya dan juga bernyanyi “Nurdin Turun” saat berlaga di stadion diingat pemilihan ketum PSSI melalui Kongres. tapi setidaknya kita tidak cuma diam melihat kebodohan ini terus berlangsung. Kita tunjukan kalo kita masih punya kekuatan untuk melawan kebusukan mereka.
Dan disaat Revolusi PSSI tidak berbuah saat Kongres PSSI Pemilihan Ketum Maret depan, mungkin sudah saat nya kita bersatu, melepas fanatisme terhadap orange, kuning, biru, merah, hijau dll untuk berjuang me-Revolusi PSSI dari luar kongres dibawah Bendera Merah Putih!!!
REVOLUSI PSSI, NURDIN TURUN !!!

Oleh @sausauable 11 Januari 2011 (rev. 25 Januari 2010)