A Beautiful Mess

biarkan aku menulis tentang mu.. kata demi kata, alinea demi alinea, halaman demi halaman.. hingga menjadi sebuah buku, untuk kita baca bersama

Category: Ind-one-sia

Puzzle yang hilang (dari mereka)

“Seandainya si kaya lebih peka, si miskin mungkin tidak perlu merendahkan dirinya di pinggir jalan-jalan kota…”

Sebagai mahkluk yang mempunyai akal dan perasaan, manusia rasanya tidak perlu dalil-dalil Tuhan untuk menjungjung tinggi nilai kemanusiaan. Namun pada kenyataannya, meski diperdengarkannya firman Tuhan, manusia ternyata masih bisa lalai.
Read the rest of this entry »

Indonesia memohon dengan sangat…

20140301-172855.jpg


Seorang pesimis akan menyalahkan angin..
Seorang optimis berharap angin akan berubah..
Seorang realistis terus menerjang ombak dengan menyesuaikan layar..

April nanti, bangsa ini akan kembali mencoba merubah muka nya.
Dimana satu hari di bulan April menentukan kemana langkah bangsa ini 5 tahun kedepan. Nampak lebay, namun begitu lah ada nya. Saat ambil keputusan, selalu ada konsekuensi.

Memang bangsa kita tengah sekarat. Kita seakan terjangkit penyakit kanker yang kronis dan tidak ada obat penyembuh nya.
Namun harapan itu masih ada. Karena selalu ada obat untuk satu penyakit.

Sekarang,
Apakah kita termasuk seseorang akan terus menyalahkan angin lantas hanya menunggu kapal ini karam?
Apakah kita hanya terus berharap akan datang nya sang juru selamat lantas terus tertindas tanpa berbuat apa-apa?
Atau, kita sesuaikan layar dan terus bersama menerjang badai menuju tujuan yang kita impikan?

Read the rest of this entry »

Gerakan Revolusi PSSI di Bumi Antasari Banjarmasin…

revolusi PSSI by ASI-Kalsel

revolusi PSSI by ASI-Kalsel

Berawal dari sosial media…

Ya, lewat sosial media lah kami memulai perlawanan terhadap Nurdin Halid dan status quo nya.

Karena tergerak dari keinginan yang sama dan terus berulang kami pun mengekpektasikan perjuangan dari dunia maya ke dunia nyata.

Baik twitter, facebook, maupun blackberry messenger seakan menjadi senjata untuk mengumpulkan kekuatan.

Dari sana banyak mengkumpulkan teman-teman suporter di Banjarmasin yang satu pemikiran satu keinginan satu tujuan yaitu REVOLUSI TOTAL PSSI.

Kita sama-sama merasa penat dengan semua kebusukan PSSI dibawah kepemimpinan Nurdin Halid.

Tepat hari Rabu tanggal 23 Februari 2011 yang  terjadi demonstrasi para suporter di Senayan, GBK.

Kami yang di awal kami hanya berjumlah 7 orang termasuk saya, terinspirasi untuk ikut andil juga dalam REVOLUSI PSSI seperti yang dilakukan teman-teman di Senayan.

Namun karena belum mempersiapkan izin dari kepolisian serta massa yang cukup banyak kami berinisatif membagikan selebaran-selebaran  yang berisi artikel “perlawanan terhadap rezim nurdin Halid” di kota Banjarmasin.

Pengangkatan issue ini sebagai langkah awal untuk menggalang kekuatan di daerah Banjarmasin. Karena di Banjarmasin sendiri masyarakatnya adem ayem aja sama issue-issue seperti itu

Dengan memakai baju timnas dan dominan merah kami berjalan dari Depan Galeri Indosat titik kami berkumpul menuju alun-alun kota di Bundaran Mesjid Raya Sabilal Muhtadin

Setelah selesai membagi selebaran disana, kami pun lantas menuju perempatan Tarakan karena disana juga termasuk titik padat lalulintas.

Dan apa yang terjadi, kami pun mendapat respon positif dari masyarakat Banjarmasin. Sebagian dari mereka mengapresiasi dan mensuport kami untuk bergerak lebih besar lagi.

Saya ingat ucapan seorang Bapak yang menaiki mobil yang kami kasih artikel tersebut, beliau bilang “nah bagus ini, saya mendukung. Halah ngapain lagi tuh si Nurdin Halid ngecalonin diri lagi” ketus beliau. Saya pun tersenyum meliat ekspresi beliau.

Tidak beberapa lama artikel-artikel selebaran itu pun habis kami bagikan ke masyarakat Banjarmasin.

Pada hari itu juga kami bertemu dengan Bang Normansyah wakil ketua Barito Mania (BartMan), karena di titik kami berkumpul sebelumnya itu bersebelahan dengan sekretariat Barito mania (BartMan).

Kami sharingtentang bagaimana selanjutnya pergerakan suporter untuk melawan Nurdin Halid toh semua suporter di banjarmasin ini sudah gatel pengen aksi kejalan namun tidak ada yang mengkoordinasi, terutama pihak Bartman yang merupakan suporter lokal dan terbanyak di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Setelah bertemu beliau kami pun sepakat mau mempertemukan semua perwakilan suporter untuk melakukan aksi besar-besaran melawan Nurdin Halid di Banjarmasin selanjutnya.

Pembagian Selebaran "Perlawanan Terhadap Nurdin Halid"

Pembagian Selebaran "Perlawanan Terhadap Nurdin Halid"

27 Februari 2011

Barito Mania, Juventini, dan kami pihak yang bergerilya dari Sosial Media sebelumnya berkumpul untuk bertukar pikiran dan menyusun rencana untuk aksi turun ke jalan. Setelah rapat kurang lebih 1 jam semua pun bagi tugas, ada yang bikin spanduk, ngumpulin massa, ngehubungin media massa juga ngurus izin kepolisian.

Karena ini merupakan gabungan semua suporter, kami pun sepakat membentuk nama baru yaitu

Aliansi Suporter Indonesia-Kalsel (ASI-Kalsel). Dengan sebelumnya meminta izin ke Aliansi Suporter Indonesia di pusat memakain nama tersebut.

H-1
Rabu, 2 Maret 2011

Setelah mendapatkan izin dari Kepolisian Kota Banjarmasin kami lantas berkumpul di outlet bartman di jalan A. Yani Km. 3,5. Disana kami mempersiapkan spanduk, poster untuk aksi turun ke jalan esoknya.

Berbekal kertas karton, spidol, cat minyak, kain hasil patungan teman-teman kami bergotong royong bikin spanduk-spanduk dan poster-poster seadanya namun tidak mengurangi suara hati kami yang pengen terjadi Revoulisi total PSSI.

Hari H
Kamis, 3 Maret 2011

Kebetulan hari ini saya tidak ada jadwal kuliah sekitar jam 13.00 saya pun langsung menuju Stadion 17 Mei untuk bergabung dengan teman-teman suporter yang ikut aksi turun kejalan.

Setelah tiba di stadion merinding rasanya melihat semua suporter yang ada disana. Ada dari Bartman, NorthDistrick Yellow Boy, Juventini dll. Dari anak-anak sampai yang tua berkumpul dan berbaur memakai kaos timnas dan dominan merah untuk menyuarakan satu tujuan yang sama yaitu REVOLUSI TOTAL PSSI!!!

Semua punya pegangan masing-masing, ada yang bawa poster, spanduk juga sang orator dengan megaphonenya. 1 truk Polisi dan beberapa Polisi memakai MoGe (Motor Gede) ikut mengawal aksi kami.

Setelah menyusun formasi…

Tepat jam 15.00 kami pun mulai bergerak menuju kantor PSSI yang tepat berada di sebrang Stadion 17 Mei Banjarmasin.

Orasi, nyanyian dan teriakan NURDIN TURUN mengiring pergerakan kami. Sontak kami pun menjadi pusat perhatian masyarakat sekitar diingat Jl. Zafri Zam Zam merupakan salah satu jalur masyarakat banjarmasin pulang kantor maupun sekolah.

Setelah tiba di kantor PSSI teman-teman suporter tak henti-hentinya bernyanyi, berteriak dan berorasi menuntut Nurdin Halid cs mundur dan Revolusi Total PSSI. Disana sang orator pun membacakan tuntutan-tuntutan kami dalam “Poin Tuntutan ASI-Kalsel”

Karena Ketua PSSI Kalsel sedang tidak berada di tempat kami hanya menemui Sekretaris PSSI Kalsel yaitu Bapak Abdul Razak. Lalu menyerahkan “Poin Tuntutan ASI-Kalsel”. Kami pun mendesak agar tuntutan itu terealisasi secepatnya.

Aksi di depan Kantor PSSI Kalsel

Aksi di depan Kantor PSSI Kalsel

Setelah puas di berorasi di depan kantor PSSI Kalsel dengan mengendarai sepeda motor kami langsung menuju bundaran Posindo Banjarmasin di Jl. Lambung Mangkurat untuk kembali berorasi sebagai eksistensi kepada masyarakat luas kalo masyarakat sepakbola banjarmasin Anti Nurdin Halid.

Setiba di bundaran teman-teman kembali berorasi menyatakan sikap kalo Banjarmasin menolak Nurdin halid cs dan menuntut Revolusi Total PSSI.

Disana kami juga membagi selebaran-selebaran yang berisi artikel tentang busuk nya Nurdin Halid dan PSSI dibawah nya, serta tuntutan-tuntutan kami ASI-Kalsel sebagai masyarakat sepakbola Banjarmasin.

Setelah puas berorasi menyuarakan pendapat dan membagi selebaran kami pun lantas membubarkan diri dengan tertib.

Memang gerakan dan pengorbanan kami dalam mewujudkan Revolusi PSSI tak sebesar gerakan dan pengorbanan suporter yang ada di Senayan GBK maupun di daerah lain.

Kami dari Banjarmasin hanya membuktikan kalo kami juga turut bersama kalian!! Dan hendak mematahkan pernyataan mereka (Nurdin cs) kalo Gerakan Revolusi PSSI ini merupakan ada yang mendalangi!!!

Wahai Nurdin cs yang terkutuk! Ini merupakan pembuktian, kalo kami masyarakat sepakbola Indonesia muak akan kebusukan-kebusukan kalian!! Kami bersatu untuk Sepakbola Indonesia yang lebih baik!!!

Dan ingat…

Kami takkan berhenti bernyanyi, berteriak, berorasi sampai tujuan “suci” kami tercapai.

REVOLUSI TOTAL PSSI HARGA MATI!!!

Aksi Revolusi PSSI dari Banjarmasin

Aksi Revolusi PSSI dari Banjarmasin di Bundaram Posindo

3 Poin Tuntutan Aliansi Suporter Indonesia – Kalsel

Pembacaan Tuntutan ASI Kalsel

Pembacaan Tuntutan ASI Kalsel

Mungkin telat mempublikasi, namun berikut inilah poin-poin tuntutan Aliansi Suporter Indonesia – Kalsel terhadap PSSI Kalsel dan Klub yang memiliki hak suara di Kongres PSSI.

3 Poin tuntutan Aliansi Suporter Indonesia-Kalimantan Selatan :

1. Mendesak Pengcab PSSI Kalimantan Selatan, Barito Putera, Martapura FC yang mempunyai hak suara di Kongres PSSI dalam pemilihan Ketua Umum tidak memberikan hak suaranya ke Nurdin Halid maupun Nirwan Dermawan Bakrie jika memang kedua nya masuk dalam Bakal Calon Ketum PSSI 2011 maupun kroninya yang lain nantinya

2. Revolusi Total PSSI, yang artinya tak hanya mendesak Nurdin Halid dan Nugraha Besoes mundur tapi juga sekutu-sekutunya baik di pusat maupun daerah diganti dengan orang-orang baru yang kompeten, independen dan bebas dari politisasi. Serta usut Mafia Wasit, Korupsi dan audit PSSI

3. Mendesak pemerintah melakukan tindakan konkrit menyelamatkan sepakbola nasional karena :

– Sepakbola merupakan milik masyarakat indonesia, bukan milik pengusaha, politisi maupun segelintir kelompok orang yang hanya ingin menguntungkan kelompoknya sendiri.

– Sepakbola merupakan alat pemersatu rakyat Indonesia.

– PSSI dibiayai APBN maupun APBD yang itu berarti uang rakyat sehingga dalam proses kegiatannya harus sesuai keinginan rakyat.

– PSSI telah gagal membangun sepakbola Indonesia yang lebih berprestasi. Dalam tujuh tahun kepemimpinan Nurdin Halid di PSSI sepakbola Indonesia belum pernah juara dalam level regional maupun internasional. Liga sepakbola Indonesia juga tidak lepas dari praktek suap dan persaingan beberapa kelompok kepentingn, bukan murni untuk sepakbola yang fair play.

– Adanya dugaan korupsi PSSI. Hal ini terlihat dari tidak transparan dan akuntable nya dana APBN maupun hasil tiket AFF kemarin.

– PSSI tidak demokratis. Hal ini terlihat dari adanya rekayasa dalam pemilihan ketua PSSI dan usaha untuk mempertahankan rezim Nurdin Halid. Kesetaraan dan partisipasi masyarakat dalam membangun sepakbola Indonesia ditutup rapat dan cenderung dibatasi.

– PSSI merekayasa statuta dan bertentangan dengan FIFA. Beberapa statuta FIFA dengan sengaja direkayasa untuk kepentingan NH dalam pencalonan diri dan melanggengkan rezim. Diantaranya terkait dengan syarat bahwa narapidan tidak boleh menjadi ketua umum induk organisasi sepakbola indonesia.

Save Our Soccer
Aliansi Suporter Indonesia – Kalimantan Selatan
Banjarmasin, 3 Maret 2011