A Beautiful Mess

biarkan aku menulis tentang mu.. kata demi kata, alinea demi alinea, halaman demi halaman.. hingga menjadi sebuah buku, untuk kita baca bersama

Category: Bunga yang mekar

6 Januari dan Kita

image

6 Januari 2015 – 6 Januari 2016

Aku tidak pernah tahu pasti kapan semua ini dimulai. Sebuah perjalanan atau mungkin petualangan, yang sedetik pun tak pernah terbayangkan.

Dengan jalan yang tak biasa, bahkan terbata. Kami bersama mencoba meniti dan mengukir asa.
Tidak selalu mudah memang, namun “kita” bagi kami adalah sesuatu yang pantas.

Persis seperti yang diungkapkan Zen RS kepada Galuh Pangestri.
Kami seperti sedang backpacker-an. Seadanya, sarat keterbatasan, bahkan ringkih dan rentan. Menempuh jalur yang tak jamak, rute yang tak lazim. Kami pun kadang terguncang-guncang dengan pikiran yang centang perenang.
Tapi kami belum kapok, dan tidak akan pernah kapok.

Hari ini, tepat satu tahun kita bersama. Aku harap kita akan selalu menjadi kita.
Seirama, dan selalu berada di frekuensi yang sama.

Sepenuh cinta.

Sore

photo by pinterest/jonine09

Kehidupan bergerak bukan dari waktu ke waktu, melainkan dari suasana ke suasana – Zen Rs

Semilir angin bertiup dengan syahdu melewati sela-sela rambutnya yang cokelat ke merah-merahan sore itu.
“Mengapa kau  begitu menyukai mencium jemari ku?” Celotehnya memecah keheningan.
Aku hanya bisa tersenyum
“Bukankah seseorang tidak perlu memiliki alasan untuk menyukai sesuatu?” Sahutku.
“Ya, seperti kau mencintaiku kan?” Potongnya dengan percaya diri dan sedikit narsisme, sambil mengangkat dua alisnya yang indah itu.

Aku hanya bisa terpana. Ya aku memang telah jatuh cinta padanya tanpa bisa ku jelaskan mengapa.
Meski sebenarnya dia merupakan wanita yang sangat mudah untuk dicintai.

Aku pun tak dapat menampik itu di depan muka songongnya. Ku sadari bahwa ia adalah kelemahanku.

Di bawah hangatnya matahari senja, ku peluk ia.
Hingga Ed Sheeran datang tepat ke depan kami dan memainkan gitarnya sambil bernyanyi.

“…And I’m thinking bout how people fallin love with mysterious way…
Maybe just the touch of a hand
Oh me I fallin love with you every single day
And I just wanna tell you I am…”

Gelas Kaca Cinta

Cinta tidaklah konstan. Kadang ia seperti iman..Ia bisa naik dengan menggebu pada suatu waktu, namun kadang juga bisa turun dengan lesu.

Mungkin karena itu Tere Liye berkata, untuk menjaga hubungan jangka panjang seseorang tidak akan mampu menghidupinya hanya dengan cinta saja. Namun juga perlu energi lain yaitu komitmen dan kepercayaan.

Ya aku setuju, namun tidak sepenuhnya setuju. Bukan terhadap konteks, namun hanya kurang setuju saja memberi sekat-sekat antara cinta, komitmen, kepercayaan atau apapun hal lainnya yang timbul karena cinta.

Read the rest of this entry »

Bahasa Kita

Tidak semua orang bisa mengungkapkan apa yang dirasa melalu kata-kata sederhana yang dapat dimengerti oleh semesta. Walau sudah berupaya.

Sebagian lebih memilih menyampaikannya dengan tindakan ketimbang bermetafora. Sebagian lain memilih diam sehingga menimbulkan tanda tanya.

Namun, kata Salim A. Fillah ruh cenderung tertarik pada jenis ruh yang serupa.

Itukah mungkin kenapa kita mampu saling membaca walau tak mengeluarkan sepatah kata.
Tak ada tanya mengapa, kita hanya menyadari bahwa detak jantung ini ternyata seirama.

Dan anugerah itu aku sebut, Bahasa Kita.