Berdamai Dengan Keadaan

by saukani muhammad

image

Hari ini, 19 agustus ke-24 kali nya yang telah aku lalui semasa hidup.
Entah berapa banyak anugerah yang telah datang dan hampir namun
terlewat untuk disyukuri.
Namun apakah rasa syukur itu telah berkurang maknanya, hanya karena ia
datang terlambat? Semoga Dia mengampuniku untuk itu.

Berbeda dengan tahun lalu atau mungkin tahun-tahun lainnya, dimana
detik pergantiannya ku khidmati seolah seperti ritual yang sakral.
Malam tadi aku melaluinya dengan santai dan rileks sembari tertidur
lelap. Bukan karena menganggap hari dimana aku dilahirkan ke muka bumi
ini sepele, tapi mungkin inilah isyarat bahwa aku telah berdamai
dengan keadaan.

Kemarin…
Mungkin bagi seseorang yang memiliki sesuatu yang besar dikepalanya
(as known as overthinking and insecurities), aku telah banyak
menghabiskan waktu dengan hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi
sekarang. Entah itu rasa penyesalan tentang masa lalu, maupun
ketakutan akan masa depan.

image

Maybe the things goes wrong sometimes, but You’re okay!
Setidaknya inilah yang dibisikkan mentari pagi di Rabu, 19 agustus 2015
“Aku tidak hidup dimasa lalu ataupun di masa depan” kata seseorang
tokoh dalam buku Paulo Coelho yang berjudul The Alchemist.
Lantas mengapa merisaukan masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan.

Aku telah memaafkan masa lalu dengan segala kebodohan dan kekhilafan nya, dan berkawan dengan masa
depan yang tak pernah ku tau itu apa. Toh aku pikir sebagai mahluk yang mampu mengkhidmati 3 dimensi
waktu, tak mungkin untuk menyisihkan salah satu dari masa lalu, masa
sekarang maupun masa depan.

Lantas seseorang yang bijak dari dalam jiwa ku berkata..
Tak apa sesaat menoleh kebelakang sekedar untuk mengambil pelajaran.
Karena sebaik-baiknya guru adalah pengalaman.
Juga tak masalah melihat kedepan, agar bisa menjadi seseorang yang
memiliki perencanaan.
Namun hiduplah sekarang.
Berdamailah.

Welcome to brand new day, my soul!
Hidup yang tak dipertaruhkan takkan pernah dimenangkan!

Advertisements