Sore

by saukani muhammad

photo by pinterest/jonine09

Kehidupan bergerak bukan dari waktu ke waktu, melainkan dari suasana ke suasana – Zen Rs

Semilir angin bertiup dengan syahdu melewati sela-sela rambutnya yang cokelat ke merah-merahan sore itu.
“Mengapa kau  begitu menyukai mencium jemari ku?” Celotehnya memecah keheningan.
Aku hanya bisa tersenyum
“Bukankah seseorang tidak perlu memiliki alasan untuk menyukai sesuatu?” Sahutku.
“Ya, seperti kau mencintaiku kan?” Potongnya dengan percaya diri dan sedikit narsisme, sambil mengangkat dua alisnya yang indah itu.

Aku hanya bisa terpana. Ya aku memang telah jatuh cinta padanya tanpa bisa ku jelaskan mengapa.
Meski sebenarnya dia merupakan wanita yang sangat mudah untuk dicintai.

Aku pun tak dapat menampik itu di depan muka songongnya. Ku sadari bahwa ia adalah kelemahanku.

Di bawah hangatnya matahari senja, ku peluk ia.
Hingga Ed Sheeran datang tepat ke depan kami dan memainkan gitarnya sambil bernyanyi.

“…And I’m thinking bout how people fallin love with mysterious way…
Maybe just the touch of a hand
Oh me I fallin love with you every single day
And I just wanna tell you I am…”

Advertisements