Keturunan dua orang yang akan disembelih

by saukani muhammad

Dia lahir dari keturunan dua orang yang akan disembelih. Moyangnya Nabi Ismail AS, dan Ayahnya ‘Abdullah bin Abdul Muthalib.

Sebagaimana mahsyur kisah hendak dikurbankannya moyangnya yaitu Nabi Ismail AS sebagai ujian keimanan dan kesabaran keluarga Nabi Ibrahim AS. Ayahnya pun ‘Abdullah sebelum menikah hendak dikurbankan oleh sang kakek Abdul Muthalib.

***

Bermula dari nadzar Abdul Muthalib ketika menggali kembali sumur zam-zam yang dikubur Suku Jumhur, apabila Allah menganugerahinya sepuluh anak laki-laki, maka ia akan meyembelih salah seorang dari mereka sebagai kurban. [1]

Keinginannya pun tercapai untuk memiliki 10 anak laki-laki. Untuk memenuhi nazarnya, Abdul Muthalib pun mulai mengundi nama anak-anaknya untuk dikurbankan. Dan nak dikata, nama ‘Abdullah anaknya yang paling baik, saleh dan tampan serta yang paling dicintainya pun terpilih dalam undian. Para keluarga dan kaum Quraisy yang menyaksikan peristiwa haru tersebut pun berusaha mencegahnya. [1]

Diundi berulangkali, nama ‘Abdullah terus yang keluar sebagai takdir yang tidak bisa ditawar-tawar. Para kaum Quraisy pun menyuruhnya untuk mengganti nazarnya dengan 100 ekor unta. Abdul Muthalib pun akhirnya mengganti kurban anaknya menjadi kurban 100 ekor unta. [2]

Dan kelak, lahirlah Nabi Muhammad SAW dari sulbi ‘Abdullah sebagai perwujudan sifat yang terlebih dulu dikabarkan oleh Allah SWT tentang moyangnya Nabi Ismail AS.

“Maka Kami berikan kabar gembira pada Ibrahim dengan seorang bocah yang amat Halim.” Ash Shaaffat 101 [2]

Melalui pribadinya, ia melukiskan sifat Halim dengan sempurna dan tanpa cela. Dia lah pemilik sebaik-baiknya kesantunan, kelemah lembutan dan kesabaran.

[1] Syaikh Shafiyurahman Al-Mubarakfuri. 2013. Sirah Nabi. PT. Mizan Pustaka. Bandung

[2] Salim A. Fillah. 2013. Yang Yatim dan Diyatimkan. http://www.salimafillah.com/yang-yatim-dan-diyatimkan/

Advertisements