Laron, Pencinta yang tragis

by saukani muhammad

Laron pada mati
Terbakar di sumbu lampu
Aku juga menemu
Ajal di cerlang matamu

Heran! ini badan yang selama berjaga
Habis hangus di api matamu
‘Ku kayak tidak tahu saja.
Lagu Siul – Chairil Anwar

Entah berapa banyak waktu terbuang sia-sia hanya karena menginginkan sesuatu untuk kemudian tidak menginginkannya kembali, kata Hazrat Inayat Khan.

Bagi Laron? Ia tidak hanya menghabiskan waktu yang iya miliki, namun juga mengorbankan dirinya binasa karena sesuatu yang diingingkannya. Cahaya.

Mungkin seperti itu pulalah cinta bagi pencinta yang tragis.
Orang lain akan senantiasa mencerca mu bodoh, gila.
Mereka yang tidak merasakan memang akan selalu menertawakannya.

Merasakan bagaimana kita tidak bisa menolak sebesar rasa kita menginginkannya.
Siapa yang dapat mengelak dari jatuh cinta?

Advertisements