Indonesia memohon dengan sangat…

by saukani muhammad

20140301-172855.jpg


Seorang pesimis akan menyalahkan angin..
Seorang optimis berharap angin akan berubah..
Seorang realistis terus menerjang ombak dengan menyesuaikan layar..

April nanti, bangsa ini akan kembali mencoba merubah muka nya.
Dimana satu hari di bulan April menentukan kemana langkah bangsa ini 5 tahun kedepan. Nampak lebay, namun begitu lah ada nya. Saat ambil keputusan, selalu ada konsekuensi.

Memang bangsa kita tengah sekarat. Kita seakan terjangkit penyakit kanker yang kronis dan tidak ada obat penyembuh nya.
Namun harapan itu masih ada. Karena selalu ada obat untuk satu penyakit.

Sekarang,
Apakah kita termasuk seseorang akan terus menyalahkan angin lantas hanya menunggu kapal ini karam?
Apakah kita hanya terus berharap akan datang nya sang juru selamat lantas terus tertindas tanpa berbuat apa-apa?
Atau, kita sesuaikan layar dan terus bersama menerjang badai menuju tujuan yang kita impikan?

Masa depan kita ada ditangan kita.
Tidak kah kita jengah dipimpin oleh para bandit?
Mereka hanya mementingkan diri, keluarga dan golongan mereka.
Mereka tidak berbeda dengan kolonial belanda dan tentara nippon yang terus memeras kita dan menarik keuntungan dari kekuasaan, beda nya mereka adalah seorang pribumi.

Saat para bandit bertopeng mulai melancarkan manuvernya. Beberapa dari kita terjerat omongan manis nya bahkan sebagian yang tidak tahu apa-apa dapat di beli oleh nya.
Selain itu ada juga yang memilih pergi sambil menutup mata dan telinga.
Sebagian dari kita yang terlanjur apatis mungkin mencoba untuk tidak peduli, toh katanya tidak ada effect langsung yang mengganggu inner cycle kehidupan kita. Kita pun hanya asik dan merasa nyaman dengan itu.
Tapi sadarkah? Banyak masyarakat yang sangat bergantung kepada kita. Mereka yang merasakan effect secara langsung dari kepemimpinan suram ini seperti satu garis yang memotong garis lain.

Saat tersirat memilih golput, dan berkata bahwa ini adalah jalan yang paling benar, yakin kah?
Golput bukan lah solusi.

IMHO dengan golput, sama saja kita mempersilahkan para bandit dan makelar (tukang mark up) duduk di kursi dewan kehormatan.
Kenapa? Karena mereka sudah bisa membeli suara sebagian orang.
Dan saat kita memilih golput, dan membiarkan hal tersebut bukan kah sama saja membiarkan mereka yang akan menang?

Mungkin mereka bisa membeli suara orang lain, tapi tidak dengan suara kita kan?
Dan terlalu naif kalau kita berharap akan adanya perubahan namun dengan pengecut untuk memilih golput.
Karena seperti kata AN Tarigan, perubahan mustahil terjadi dari atas lalu ke bawah.

Indonesia telah memberikan anda tanah untuk dipijak, air untuk diminum, pohon untuk anda berteduh serta pemandangan indah untuk Anda nikmati.
Sekarang, Indonesia memohon dengan sangat untuk anda membuka mata hati dan nurani.
Indonesia membutuhkan suara anda!

Advertisements