Ingat dia yang selalu mengingatmu..

by saukani muhammad

20140114-060556.jpg

“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.”

(QS. At-Taubah, 9: 128).

Dear my self…
Udah berapa banyak waktu mu kebuang sia-sia hanya untuk melakukan hal yang ga penting, memikirkan yang ga penting?

Oke,
Mungkin kemarin kamu tlah sibuk memikirkan orang lain yang sebenarnya ngga tepat dan pantas untuk kamu habisin waktu mu memikirkan nya?
Mungkin kamu juga telah tergoda untuk jatuh cinta kepada orang lain yang sebenarnya bukan orang tepat untuk menerima perasaan emosional yang “suci” itu?

Too good to be true.
Namun emang sudah saat nya mencintai orang yang mencintai kita. right?
Sudah saat nya pula mengingat dan memikirkan orang yang selalu mengingat dan memikirkan kita..

Dan ya…
Siapa yang paling mencintai kita?
Siapa yang menghabiskan waktunya untuk sekedar mengingat dan memikirkan kita?
Orang tua? Ya, salah satu nya. Tak ada yang tulus cinta nya untuk kita selain mereka.
Tapi ada yang lebih mencintai dan memikirkan kita melebihi orang tua.
Dia yang mencintai dengan tulus,
Dia yang mengingat dan memikirkan kita sepanjang hidup,
Dia yang paling bersedih saat kita jauh akan tuntunan nya,
Dan dia yang sangat menginginkan kita selamat.
Bahkan saat kita belum pernah bertemu dengan nya..

Sebelum kita terlahir kedunia, dia sudah berujar merindukan kita.
Dia merindukan kita yang mengikuti jalan nya dan percaya kepada nya beserta semua yang dibawa nya padahal kita belum bertemu dengan nya.
Cinta nya kepada kita melebihi cinta kita beserta seluruh ummat nya kepada nya.

Dia Muhammad Salallahu’alaihiwassalam.

Dialah yang menangis di suatu malam

Apakah yang membuat pipi nya dibasahi air mata nya yang mulia di tengah malam? Saat orang lain terlelap dengan nyenyak nya.
Bukan anak, istri, tahta atau harta tapi dia menangis karena dalam sholat membaca Surah Al-Maidah ayat 118.
“Jika Engkau siksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkau Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”

Beliau terus mengulang Doa Nabi Isa AS yang ada di Surah Al-Maidah tersebut, kemudian berdoa sambil menangis tersedu
“Ya Allah, umatku … umatku ….”

Allah Ta’ala berkata kepada Jibril, >“Wahai Jibril, pergi dan temuilah Muhammad. Tuhanmu Maha Mengetahui. Sekarang tanyakan kepadanya, kenapa dia menangis?”</em

Malaikat Jibril pun menemui Rasulullah SAW untuk menanyakan sebab beliau menangis. Rasulullah Saw berkata kepada Jibril mengenai kekhawatiran beliau pada umatnya.
Jibril pun melaporkan pengaduan Rasulullah itu kepada Allah.

Allah SWT menjawab
“Sekarang, pergi dan temui Muhammad. Katakan padanya bahwa Aku meridhainya untuk memberikan syafaat kepada umatnya dan Aku tidak akan berbuat buruk kepadanya.” (HR Muslim dan Ath-Thabari)

sumber: http://teladanrasul.com/tangisan-sepanjang-malam/

* * *
Adakah sedikit waktu nya tidak memikirkan kita, ummat nya?
Sungguh betapa dia sangat menginginkan kita selamat.
Betapa sedih pula hati nya saat kita tidak mengikuti sunnah nya.

* * *
Tentu kita ingat di saat peristiwa Isra’ dan Mi’raj,
saat Malaikat Jibril membangunkan beliau lalu menyapa serta memberikan salam dan kabar gembira.
Beliau berkata
“Hai Jibril, itu semua semata-mata adalah untukku, lalu apakah kiranya yang akan diberikan ummatku”.

Jibril menjawab
“Wahai kekasih Allah, aku yakin bahwa sesungguhnya Allah SWT akan memberikan anugerah-anugerah-Nya kepada umat pengikutmu sampai engkau merasa puas”.

Dan Malaikat Jibril membawakan Buraq sebagai kenderaan beliau. Beliau termenung, lantas tidak langsung menaiki nya.
Beliau kembali bertanya kepada Jibril apakah umat nya kelak di surga akan menaiki kendaraan buraq seperti nya

Jibril As pun menjawab
“Jangan khawatir wahai kekasih Allah SWT, sesungguhnya mereka akan menaikinya, yaitu bagi orang-orang yang bertaqwa, pada saat akan menghadap kepada Allah SWT Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Setelah mendengar tersebut, barulah Rasulullah menaiki buraq tersebut dengan tenang.

* * *

Diperjalankanlah beliau, melalui beberapa tingkatan langit dan surga beliau sampai akhirnya bertemu dengan sang pencipta Tuhan Semesta Alam, Allah SWT..

Allah SWT menyambutnya dengan salam :
Assalamu’alaika ya ayyuhannabiyu wa rahmatullahi wabarakatuh
(Salam sejahtera atas mu wahai nabi, rahmat allah dan keberkahan nya)

Beliau menjawab :
Assalamu’alaina wa ‘ala ibadillahi sholihin

Betapa nikmat nya bertemu dengan Sang Pencipta namun beliau tidak lupa dengan kita ummat nya.

Salam ditujukan khusus kepada beliau dengan penekanan “Ka” yaitu “Kamu”, beliau menjawab bukan dengan “aku”, melain “kami”, “Assalamu’alaina” keselamatan untuk kami dan hamba allah yang shaleh.

* * *

Pun saat saat bencana terbesar datang bagi ummat Islam, saatdetik detik wafat beliau.

Beliau bertanya kepada Jibril AS yang juga hadir saat Izrail AS hendak mencabut ruh nya.

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?”

Malaikat Jibril menjawab
“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,”

Namun itu ternyata tidak membuatkan beliau lega, matanya masih penuh kecemasan.

Malaikat Jibril lalu bertanya
“Engkau tidak senang mendengar kabar ini?”

Beliau malah menanykan balik tentang umatnya saat menit-menit terakhir nya,
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”

Jibril lalu menjawab
“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,”

Lalu keluar lah kata dari mulut nya yang mulia di sakaratul maut,
Ummati..
Ummati..
Ummati..

umat ku, umat ku, umat ku

* * *
Betapa kita dicintai nya,
Betapa kita selalu dipikirkan nya,
Betapa kita selalu dikhawatirkan nya…
Bahkan sampai akhir dari hayat nya.

Sudah kah kita ingat kepada nya?
Sudah kah kita cinta kepada nya?
Sudah kah kita menyenangkan hati nya?

“Innallahu wa malaa’ikatahu yushallun ‘alannabi, yaa ayyuhalladzina amanu shallu alaihi wassalimu taslima”
QS. Al Ahzab : 56

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Bukan kah Allah SWT beserta malaikat-malaikat-Nya saja bershalawat kepada nya. Ga ada alasan untuk kita pelit bershalawat kepada nya. Keterlaluan saat kita melalui hari-hari tanpa sekalipun tergerak di bibir ini untuk mengucap shalawat.

Sudah saat nya mencintai dan mengingat dia yang mengingat dan mencintai kita…

Ibarat sholawat itu merupakan perasaan emosional cinta kepada nya lalu tunjukan lah cinta kita dengan mengikuti sunnah (jalan) nya.

Semoga kita termasuk orang yang mencintai nya dan juga dicintai nya.
Semoga kita mendapatkan syafaat dari nya di padang mahsyar, saat tak ada apapun yang bisa menolong kita…
Wallahu ‘alam bishawab.

Sedikit terjemahan syair Khobbiri yang bisa membuat merinding..
خبّري خبّري خبّري يا نسيمى عن مغرام شذي والهان
Berilah kabar kepadaku, wahai angin sepoi-sepoi,
aku tergila-gila, aku sangat rindu dan bingung

عا شق اه عاشق عا شق الأنوار
Oh rindu, rindu kepada cahaya

أنت عنّي تشتكي والحالي كلّ اللّيل سهران
Engkau perintahkan aku mengadu kepadanya,
lihatlah keadaanku, sepanjang malam aku begadang

كي ارأ المختار كي ارأ المختار
Agar aku dapat memandang Nabi al-Mukhtar(nabi pilihan)

من يّلمني في غرامي طا لما عاشق جمالك
Barang siapa, menghina penyakitku,
sungguh sangat terlambat karena kerinduanku pada kebaikan kekasihku sudah lama

يامكرّم يا ممجّد يا مؤيّد بالشّفاعة
Wahai manusia yang dimuliakan,
diagungkan, dikuatkan dengan syafa’at

هاأنا أنالها
Berilah itu kepadaku

Wassalam
Jumat 12/07/13

Advertisements